SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG

Kamis, 18 Agustus 2016

Karya 57 (Cerpen) Dibukukan

Dipidana di Ocean Kingdom
Faiz Deja Ramadhan

Namaku Indra salah seorang Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di kota Bandung. Sebenarnya aku lahir dan bertempat tinggal dan memiliki sahabat-sahabat terbaik di Jakarta. Umurku 19 tahun, sekarang studiku telah beranjak di semester lima. Di kampus aku dikenal sebagai orang yang biasa-biasa saja bahkan lebih sering dianggap pendiam dan cuek dengan keadaan sekitar. Aku juga tidak terlalu rajin dan pintar sampai-sampai banyak nilai-nilai mata kuliahku yang belum tercukupi alias masih kurang. Ya semuanya aku jalani dengan normal dan santai, tak perlu memburu-buru waktu juga memang kemampuan kita tak bisa didongkrak menjadi terlalu tinggi itu prinsipku.

Tapi yang jelas aku yang mengetahui kemampuanku tidak pernah sedikitpun menghalangi niat dan cita-citaku untuk selalu menyalurkaan bakat dan hobiku aku suka menulis dan travelling aku juga punya cita-cita menerbtkan buku tulisanku sendiri dan berkelana keliling Indonesia bahkan dunia namun dibalik asa yang radanya tinggi itu cita-ctaku sesungguhnya ialah ingin membahagiakan orang tua ku dan menyukseskan masa depanku sendiri. Amin.

Tak terasa sudah satu semester awal di tahun ketiga berlalu. Liburan menanti, ini yang selalu aku nantikan dan bahkan bisa menghilangkan fokusku terhadap kuliah ku hingga tidak terbayang lagi sama sekali. Betapa tidak memang yang aku hobikan selama ini adalah perjalanan dan perjalanan untuk lebih maju dan mengetahui banyak informasi dari banyak tempat yang aku kunjungi selama ini. Satu hal lagi yang penting aku bisa menggunakan pengalamanku ini untuk aku ceritakan kepada teman-teman atau aku tuliskan dalam sebuah tulisan. Yang jelas setiap pengalaman dan kenangan akan suatu perjalanan pasti ada aroma khas ceritanya masng-masing.

Rencana liburan semester ini adalah pergi ke sebuah pulau yang terletak di Laut Jawa dan dipisahkkan oleh Teluk Jakarta pulai ini terletak di gugusan Kepualauan Seribu.

Sudah sangat terbayang asyiknya berlibur ke suatu pulau melakukan aktivitas-aktivitas liburan yang menyenangkan. Semoga kami berbahagia terus disana sudah sangat tak sabar untuk menanti hari itu tiba. Padahal tinggal semalam lagi pikirku di tempat tidur malam sebelum keberangkatan liburanku itu. Karena tak sabar menanti itu sampai-sampai membuat aku insomnia alias tak bisa tidur. Oh iya aku berlibur ke pulau bersama lima orang sahabatku mereka teman-temanku yang ku kenal ada yang dari sejak SD, SMP maupun saat aku SMA. Mereka itu Hadi, Rani,  Aldo, Nayla dan Rudy. Hadi sahabatku sejak SD hingga SMA dan kuliah meskipun kami bersekolah dan berkuliah di tempat yang berbeda namun Hadi juga tetanggaku jadi kami masih sering bermain bersama apalagi saat liburan seperti ini. Kalau Rani, Aldo dan Nayla teman SMP ku dan satu SMP juga dengan Hadi sehingga kami saling mengenal. Kalau Rudy ialah pendatang baru sebagai sahabatku di SMA.  Rudy aku kenalkan dengan 4 sahabatku lainnya sejak aku lulus SMA.

Kami semua sudah berteman beberapa tahun terakhir ini dan mengenal satu sama lain. Mungkin kalau kumpul bersama sering kita lakukan jika ada yang berulang tahun atau ada yang mentraktir kita makan dan biasanya kami juga berkumpul bersama saat liburan seperti ini, buka puasa, atau lebaran. Diantara mereka semua Hadi ialah sahabat yang paling dekat denganku karena ia juga tetanggakku dan paling tahu kabar keempat teman ku yang lain karena Hadi berkuliah di kampus yang dekat dengan kota tempat tinggal kami sedangkan aku yang berkuliah paling jauh di luar kota.

Setelah menyepakati harga liburan dan apa saja yang harus kita persiapkan selama liburan berlangsung antara kami berenam dan pihak penyedia jasa perjalanan alias Tour and Travel Agent terutama soal harga. Sabtu pagi pada hari yang ditunggu-tunggu itu kami siap dan tiba di lokasi tempat kamu dijemput pihak agen perjalanan tersebut kami dijemput dari pelabuhan dan diangkut menuju pulau tempat kami berlibur dengan kapal pesiar mewah yang sungguh sangat besar kami semua pun terkejut dan tak menyangka akan dijemput dengan kendaraan semewah itu. "Wow sungguh luar biasa !." Itu yang ku ucapkan saat menginjakan kaki pertama kali diatas kapal pesiar itu. Setelah semua diantara kami dan barang bawaan kami naik. Kapal pesiar itu pun berjalan dengan kecepatan konstan.

Sungguh indah pemandangan tengah laut yang ombaknya tidak begitu besar itu Angin Darat yang terhembus ke laut dari daratan itu seakan sepoi-sepoi mengimbangi terik sinar Matahari pagi itu. Burung camar berterbangan mengelilingi langit biru diatas lautan yang biru pula seakan menambah indah pesona alam Nusantara ini. Mataku sungguh berbinar tiada henti menyaksikan keindahan ini semua.

Sampai pada akhirnya kami tiba di tempat tujuan yaitu Pulau liburan yang akan kami singgahi dan nikmati keseruannya bersama lautan luas yang menopang kecilnya pulau itu. Kami pun turun dari kapal pesiar yang aku perkirakan harganya bermiliar-miliar Rupiah itu. Lalu kami berjalan kaki menuju tempat penginapan yang telah dipilihkan oleh penyedia jasa agen perjalanan kami, dan kami dituntun oleh pegawai penginapan hingga masuk kamar-kamar tempat kami menginap dan singgah selama di pulau.

Aktivitas kami selama berlibur di pulau ini sangat mengasyikan banyak sekali hal-hal seru yang kami lakukan disini. Kegiatan liburan seperti bermain di pantai, berlari-larian, bersepeda mengelilingi pulau dan sebagainya dihari pertama ini kita menaiki kapal boat untuk melakukan snorkeling dan melihat hal-hal di bawah permukaan laut yang sungguh indah dan menakjubkan.

Malam harinya setelah hari pertama liburan telah kita lewati, kami mengadakan acara pesta bersama beberapa orang penghuni lain di penginapan. Disitu kami berkenalan dan bercengkrama sehingga memiliki kenalan-kenalan baru. Kami pun menyantap hidangan yaitu ayam bakar atau ikan bakar dan ayam panggang maupun barberque sangat menyenangkan acara malam oitu hingga membuat kami lelah dan kembali ke kamar masing-masing. Aku, Rudy, dan Hadi tidur di satu kamar penginapan dengan tiga tempat tidur sedangkan Rani dan Nayla tidur di satu kamar dengan dua tempat tidur. kami pun terlelap hingga sang fajar bangkit kembali.

Pada pagi harinya kami siap melakukan aktivitas d harii kedua liburan. Kami akan menyelam atau diving ke dalam laut dan melihat pemandangan bawah laut yang mungkin selama ini sangat dicita-citakan dan bahkan sudah dialami  orang banyak. Dan kami sekarang bisa melakukannya, aku sungguh senang bahwa ada satu orang juru fotografi juga yang memegang kamera anti air yang bisa dibawa ke dalam laut untuk merekam momen-momen kegiatan kami ini.

Saat kami sedang menyelam di dalam laut dan asyik menikmati pemandangan bawah laut dan menyentuh ikan-ikan kecil yang luucu itu tiba-tiba aku melihat dari permukaan atas laut warna air berubah menjadi sangat coklat dan kotor lalu berselang beberapa detik setelah yang aku lihat itu aku terbawa air laut yang arusnya sangat dahsyat didalam permukaan laut daan kulihat teman-temanku yang sedang menyelam di waktu yang sama yaitu Hadi, Rudy dan Rani juga ikut terombang-ambing di dalam arus air laut yang sungguh kencang. Semua penglihatan yang kulihat dari dalam kacamata selam sangat coklat semua air berubah menjadi kotor. Ibarat putaran angin tornado yang berputar sangat cepat dan berbentuk gelombang longitudinal kami semua ibarat terhisap ke dalam suatu lubang di dasar laut. Lalu aku hampir  kehabisan nafas dan ku lihat wajah Rani dan Hadi sudah sangat pucat apalagi mata mereka di balik kacamata itu. Aku pun pingsan dan tak sadarkan diri lagi meskipun masih merasakan tubuhku ini terbawa arus laut yang kencang itu.

Lama aku pejamkan mata karena hampir kehabisan nafas dan kelelahan terombang-ambing di bawah permukaan air laut. Tiba-tiba aku terbangun dan tersedak batuk mengeluarkan banyak sekali air laut yang asin dari mulutku. Mataku pun terbelalak kaget setelah aku memuntahkan air laut dari mulutkku itu melihat banyak sekali orang yang berdiri melingkariku, menggunakan pakaian sederhana alias telanjang dada, hanya menggunakan rok dari daun nangka untuk menutup kemaluan mereka dan mereka semua laki-laki juga membawa tombak ibarat sekelompok pasukan tarzan.

Aku sangat takut jika mereka semua menusukku dengan tombak-tombak itu aku pun dipaksa mereka berdiri dan mereka menyeretku hanya kedua tanganku yang mereka pegang dan mereka tarik kakiku yang terseret sangat sakit bergesekan dengan tanah dipulau itu, aku baru tahu dan sadar sekarang aku terdampar di sebuah pulau dan aku ditangkap penduduk asli pulau ini.

Saat aku diseret-seret para pasukan itu aku pun jatuh pingsan lagi karena terlalu kelelahan. Saat aku membuka mata dan terasa sekali tubuh ini lemas juga lunglai, ku lihat sekelilingku ruangan sempit dan lembab yang terkurung dinding juga jeruji besi. Apa ini? Apa ini artinya aku berada di dalam penjara. Lalu aku sangat bingung mengapa aku dipenjara ? Aku ini sangat lelah dan hampir mati karena gelombang air laut yang mungkin Tsunami itu, ketika aku menyelam. Lalu mengapa sekarang aku dipenjara? Sungguh aneh dan membuatku tak habis pikir.

Tak Berapa lama aku pun dibawa petugas yang sama yang menangkap dan menyeretku tadi. Mereka masuk dan menyuruhku mengikuti mereka, ini yang dikatakan:
“Komm, folge mir! “ Itu yang dikatakan salah seorang dar mereka pasukan yang memenjaraiku sambil matanya menatapku tajam.
Sungguh aku sangat terkejut, tak disangka orang-orang yang berdomisili di hutan dengan pakaian seadanya ini bisa berbicara dengan bahasa Jerman sungguh hal yang mustahil, aku kira bahasa yang mereka ucapkan adalah bahasa yang sulit diartikan seperti yang aku lihat seperti film-film dengan cerita manusia hutan itu, sungguh mengherankan. Aku mengerti bahasa Jerman meskipun tidak terlalu fasih jika menggunakannya dalam percakapan karena ketika SMA aku mempelajarinya.

Lalu aku sampai di sebuah ruangan yang sungguh ramai. Untuk kedua kalinya aku terkejut. Ruang apakah ini ? ini seperti ruang sidang lalu kulihat di dinding ruangan itu tertulis tulisan “Ocean Kingdom” dan itu artinya Kerajaan Ocean, atau Ocean itu  berarti adalah Lautan alias Samudera.  Mungkinkah ini kerajaan laut seperti yang ada di Film-Film itu namun mengapa letaknya tidak berada di dalam laut ? Sungguh aneh dan mengherankan mereka berbahasa dengan bahasa Jerman dan nama Negara mereka menggunakan bahasa Internasional yaitu bahasa Inggris namun penampilan mereka seperti penduduk-penduduk zaman purba atau orang pribumi yang menempati suatu pulau terpencil.

Selain ruang sidang yang ramai aku melihat tepat dihadapanku sesosok perempuan yang bisa aku simpulkan Ia adalah ratu di kerajaan ini penampilannya seperti Nyi Roro Kidul dengan pakaian yang  berbahan kain warna-warni membalut  dan menutupi tubuhnya. Namun Ia juga berbicara dengan bahasa Jerman sungguh sangat mengejutkan negeri yang aneh dan tak bisa aku sangka aku berada di negeri dan pulau yang seperti ini.

Lalu aku ikuti sidang itu dengan mengantuk karena kelelahan awalnya aku tak mengerti maksud dari isi sidang ini lalu mengapa aku dijadikan tersangka pada kasus sidang ini. Dari perkataan dan suasana sidang banyak kata-kata dan hal yang tak aku mengerti apa yang mereka bicarakan pasalnya aku hanya sedikit mengerti kata-kata dalam bahasa Jerman dan artinya.

Belakangan saat aku mendengarkan saat jaksa penuntut umum membacakan tuntutannya Ia membawa poster yang bergambar wajah seseorang yang mirip dengan wajahku bertuliskan bahasa Jerman flüchtende Verbrecher  yang artinya buronan penjahat dan ternyata aku mengerti kasus mengapa aku disidang di sini aku menjadi tersangka kasus korupsi karena seorang koruptor di negeri ini wajahnya mirip sekali dengan wajahku.

Tak dapat aku percaya aku punya seorang saudara kembar yang wajahnya mirip sekali denganku, lalu mengapa dia bisa menjadi koruptor di  negeri aneh ini. Inilah yang ku ketahui belakangan kenapa mereka semua menangkap dan memenjarakanku. Hingga akhirnya aku mendengar keputusan sang hakim sebelum palu sidang itu diketukan. Pada putusannya Ia berkata : “Sie können bis zu 12 Jahre Haft” yang artinya: “Anda dipenjara hingga 12 tahun penjara.” Aku pun merasa shock betapa mimpi buruknya hidupku ini bisa dipenjara atas kesalahan yang tidak pernah aku perbuat di negeri entah berantah nan tak jelas ini. Setelah putusan itu dibacakan sang Ratu memerintahkan pasukan kerajaan memasukan aku ke dalam sel tahanan kembali.

Di dalam sel tahanan aku menangis dan bingung atas apa yang harus ku perbuat. Hingga akhirnya 3 orang pasukan bertopeng ibarat maling membuka pintu  penjara. Ternyata mereka adalah Rani, Rudy dan Hadi mereka tahu negeri ini  aneh mereka sama-sama terdampar denganku di sini dan berusaha membebaskanku dari tadi agar aku tidak dipenjara. Setelah aku keluar dari penjara kami berempat berlari menuju pantai di pulau Ocean Kingdom dan menaiki sebuah perahu dayung. Aku sangat salut dengan ketiga temanku, mereka berpikir cepat untuk menyelamatkanku dan keluar dari negeri ini. Namun baru beberapa meter kami mendayung terjangan ombak lautm, Tsunami menimpa perahu kami hingga akhirnya kami semua tenggelam dan tak sadarkan diri.


Terbangun dari pingsanku terhadap Tsunami yang menerjang,  aku melihat keempat temanku tersenyum dihadapanku termasuk Nayla yang tidak ikut terdampar di pulau itu karena dia takut menyelam. Sampai pada akhirnya kakekku yang seorang arkeolog tidak pernah tahu ada Ocean kingdom di pulau manapun dan juga aku tidak pernah punya saudara kembar. Namun pengalamanku serta Rudy, Hadi dan Rani menjadi pengalaman paling mengesankan dimana aku ‘dipidana di Ocean Kingdom’.

Cerpen ini menjadi Juara 3 Lomba Cerita Fantasi Penerbit Sinar Gamedia Utama dan dibukukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar