SELAMAT DATANG

SELAMAT DATANG

Jumat, 31 Oktober 2014

Menulis Buku ? Why Not !

Menulis, setiap orang dapat melakukan itu. Tapi menjadi penulis adalah impian yang susah untuk digapai, latihan tidak cukup satu dua kali, bahkan sepanjang hidup adalah latihan untuk menjadi penulis yang baik. Impianku sedari kecil adalah menjadi penulis yang terkenal, tidak harus seperti JK Rowling atau sastrawan Indonesia yang melegenda. Aku hanya ingin memiliki buku yang berguna dan menginspirasi bagi banyak orang. Aku mulai aktif menulis sejak akan masuk ke perguruan tinggi, tugas yang begitu padat menjadikanku berlatih kata-kata menyusun laporan praktikum atau esai untuk tugas.
Dari hal itulah keinginan melanjutkan mimpi mulai terbuka, aku berlatih dari lomba ke lomba. Tidak berharap banyak, mendapat sertifikat kontributor saja aku sudah sangat senang, apalagi mendapat piagam dengan tulisan juara, setidaknya tulisanku diakui orang lain lalu mereka terbitkan menjadi buku bersama. Aku memang belum memiliki buku utuh karyaku sendiri, namun beberapa buku sudah mencantumkan karyaku. Tidak apa bagiku karena aku menganggap diriku masih berlatih sampai saat ini.

Kelak mungkin aku akan menjadi penulis hebat, tentunya latihan saja tidak cukup. Aku juga harus aktif mempromosikan karyaku yang ada dalam buku bersama tersebut agar bukunya laku, bukan untuk mencari untung tapi memperkenalkan diri kepada pembaca. Setiap ada waktu aku dan teman seperjalananku selalu melakukan perjalanan menemukan tempat-tempat menarik yang nantinya dapat aku jadikan acuan ketika ada lomba tiba, sebagai latar cerita atau tema yang sering muncul dalam persyaratan lomba. Menjadi penulis itu tidak mudah bahkan aku masih jauh dari seorang penulis. Aku memiliki beberapa teman penulis yang sudah membubuhkan tulisannya di beberapa media, tapi aku masih bingung mencari jalan, kemana aku harus mengirimkan tulisanku, banyak orang yang masih bingung sepertiku. Dapat berkarya dan memiliki karya tapi tidak tahu harus diapakan, salah satunya hanya disertakan dalam lomba yang diterbitkan secara bersama, minimnya link ke penerbit sungguh menyusahkan bagi penulis pemula di luar sana termasuk aku. Iri rasanya ketika mendengar anak kecil yang sudah menerbitkan berbagai macam buku sedangkan aku yang sudah sebesar ini masih dengan mimpi-mimpi memiliki buku, mungkin beberapa caranya adalah menerbitkan buku secara indie pada penerbit ternama seperti penerbit Rasibook atau mungkin  memanfaatkan voucher yang didapat dari hadiah lomba menulis artikel atau semacamnya untuk menerbitkan buku sendiri, setelah itu melakukan pemasaran sendiri, hitung-hitung jadi wisrausahawan buku. Terdengar sedikit gila tapi tidak ada salahnya untuk dicoba, semoga dalam lomba yang akan datang aku mendapatkan kesempatan itu dan aku tidak akan berhenti mengumpulkan bukti tulisanku serta terus membuat karya. Semangat berkarya ini yang sejatinya telah aku pelajari semenjak hobi menulisku muncul, bahwa yang aku tahu Edison tidak akan pernah mampu menghasilkan karya terbesar dan terhebatnya kalau tidak melakukan percobaan gagal selama 999 kali. (FDR)